Tes.. tes... Tes... Rintik-rintik hujan mulai membasahi bumi, Asa yang terlihat sedang duduk di sebuah bangku taman tampak mendongakkan kepalanya menatap langit malam yang mengeluarkan butir-butir air yang terus jatuh hingga mengenai wajah sembabnya. “Hikss ... Hikss ... Apa Om Jay akan menjemputku di sini?” Ia kembali menundukkan wajahnya dan menutup wajah sembabnya dengan kedua tangannya. “Tentu saja saya akan menjemputmu.” Asa tersentak ketika mendengar suara yang tak asing di telinganya. Ia pun membalikkan tubuhnya dan menatap orang yang sedang berdiri di belakangnya ternyata adalah suaminya yang terlihat sedang memegang payung untuk memayunginya dan membiarkan dirinya terkena hujan. “Om Jay,” Jay berjalan ke depan hingga ke samping Asa, “Om ngapain ke sini? Bukannya Om marah sama a

