Retha memejamkan matanya sesaat, mencoba untuk menyeimbangkan diri agar dia tidak oleng. Kepalanya mendadak sakit luar biasa, sejak hari kemarin. Dengan langkah agak melemas, dan wajah pucat pasinya, gadis cantik itu menelusuri perpustakaan. Mencari buku di tiap rak yang ada. Perpustakaan kali ini sepi. Tidak ramai seperti jam istirahat biasanya. Anak-anak lagi sibuk di lapangan, karena ada pertandingan voly dan futsal antar kelas. Beberapa lainnya memilih di kelas saja, atau jajan di kantin. Anak OSIS juga lagi sibuk- sibuknya memantau kegiatan. Sementara Retha, dia memutuskan untuk kemari, karena bukan seksi olahraga, sehingga tidak terlalu di butuhkan di sana. Retha menggigit bibir. Mencoba menahan pening yang semakin menjadi-jadi, sambil berjinjit untuk meraih buku di rak atas. S

