57 | Sisi Lain Karrel

4208 Kata

Retha berjalan sendirian, kembali menuju tenda. Dia agak kaget, dan latah kecil saat mendengar gluduk nyaring, pertanda akan turun hujan. Memandang langit gelap sebentar, lalu kembali berjalan. Retha merapatkan bibir. Memeluk tubuhnya sendiri, dengan dua lengan, karena tiba-tiba merasa dingin. Raut wajah Retha tak berubah, masih sama seperti beberapa menit lalu, datar. Sampai bunyi dering ponsel, membuat gadis itu tersentak. Kini jadi merengek kecil, saat tau orang yang menelpon, adalah papanya. "Ya pah, kenapa?" ujar gadis itu pertama kali. "Kenapa kamu nggak ngomong ke papa kalau kamu gagal ikut lomba cerdas cermat di Bandung?" sembur pria dewasa itu galak, dan membuat tubuh Retha jadi menegang seketika. Gadis itu meneguk ludahnya getir, agak menciut kali ini, "LJK aku nggak kebac

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN