Karrel tengah duduk santai di kursi depan kelas sepuluh, yang ada di koridor lantai satu, pagi itu. Bersama Vian, Tilo, di tambah Agra kali ini, yang juga ikut-ikutan bergabung. Ke-empatnya tampak sibuk mengoceh panjang lebar, menggosipkan tentang Denise Cadel dan Uya Kuya, itu emang beneran berantem atau cuma settingan semata. Sumpah, nggak penting banget kalau di pikir-pikir. "Eh-eh, kelas gue ada anak baru loh. Cakep. Baru Senin kemarin masuknya," kata Agra yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan. "Cewek?" Wajah Vian jadi merekah. "Cowok nyet," kata Agra sewot, "Namanya Deva," lanjutnya. Karrel melirik, "Pindahan darimana?" "Lombok kalau nggak salah. Ganteng njir anaknya, putih," kata Agra jadi menggebu-gebu. "Cih, putihan juga gue," balas Karrel seolah tak terima, "Nih-nih, asli

