Kedua orang di kamar itu kompak menoleh saat Ayana membuka pintu. “Ayana..” Bas memanggil lirih. Matanya dan Ayana sempat saling pandang beberapa detik sebelum istri kecilnya itu membalikkan badan lalu membanting pintu. Ayana berlari keluar rumah, tangisnya pecah. Baru kemarin Pak Bas mengusirnya dari kamar, menolak ditemani dan disuapinya, tapi perempuan itu, siapa dia? Kenapa Pak Bas bisa dengan mudah menerimanya? “Ayana mau ke mana?” Yudis yang sedang membersihkan mobil langsung melempar kanebo di tangan, begitu melihat ada yang tak beres dengan istri Tuannya. Gegas ia mengejar Ayana. “Minggir Yudis aku mau lewat!” seru Ayana ketika tubuh tinggi laki-laki itu menghadang di depannya. “Jangan pergi lagi Ayana, semua mengkhawatirkanmu.” “Bohong!” Ayana berusaha melewati Yudis, n
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


