Kematian selalu kelam. Kehilangan selalu menyakitkan. Dan kali ini, banyak nyawa yang pergi di saat yang sama. Meninggalkan banyak jiwa dengan banyak luka kesakitan atas rasa kehilangan. *** "Kira gimana?" Wildan merotasikan bola matanya dengan malas saat lagi-lagi Brian menanyakan hal yang sama setiap kali dia datang menjenguk. Lihatlah, lelaki itu bahkan baru saja pindah ke ruangan inap biasa belum genap lima menit! "Lo sadar nggak, Bri? Selama kurang lebih 24 jam gue udah ngunjungin lo lima kali. Dan lo sadar juga nggak? Bahwasanya kalimat pertama yang terlontar dari mulut lo setiap gue datang pasti pertanyaan soal Kira," gerutu dokter yang ketika zaman sekolah dulu mantan keyboardis, tak habis pikir. "Gue nanya soal Kalila juga by the way," elak Brian tanpa dosa. Untung saja pria

