Waktu berlalu cepat. Anak-anak sudah kembali ke sekolah. Jelas saja Kira merasa antusias, sekaligus merasa sedikit hampa. Sekolah selalu mengingatkannya pada sosok Brian. Dia ingat, setiap pagi sebelumnya, harinya selalu diawali oleh menatap sosok Brian yang turun dari mobil di depan gerbang sekolah bersama Kalila. Kini, semua itu tidak ada lagi. Kalila sudah masuk ke jenjang yang lebih tinggi, sekolah dasar. Otomatis, Brian mengantarnya ke sekolah lain. Dan Kira merindukannya, sangat. Ponselnya berdenting, tanda notifikasi pesan masuk. Senyum Kira seketika mengembang melihat siapa gerangan yang mengirimnya pesan pagi-pagi seperti ini. Brian: [Selamat pagi, Ibu Kirananda Mahesa. Sore ini saya akan menjenguk Ellen di rumah sakit, apakah kebetulan Ibu Kira juga akan ikut untuk memberitahu

