Libur panjang memang sesuatu yang menyenangkan, tetapi juga membosankan. Pagi-pagi yang biasanya Kira habiskan untuk bersiap-siap pergi ke sekolah menemui anak-anak muridnya yang lucu, kini hanya dihabiskan dengan rebahan, menonton televisi yang sesungguhnya tidak ada acara yang menarik untuk disimak. Kira menyibak selimut tipis yang menutupi kakinya ketika bel rumah berbunyi. Entah siapa yang bertamu di pagi hari begini. Tetangga? Tidak, biasanya jika ada perlu dengan ayah, mereka akan langsung pergi ke kedai. Tahu bahwa rumah selalu kosong sejak jam setengah delapan pagi sampai jam sembilan malam. Kira melangkahkan kakinya malas. Sedikit mengintip lewat kaca siapa gerangan orang yang datang. Kernyitan di dahinya muncul ketika sosok lelaki tak dikenal muncul. Seorang pria tinggi dengan

