21

2313 Kata

"FEL, LO SENGAJA?!" teriak Jino setelah merebut ponsel Felix, dan memutus sambungan telfonnya. "Se-sengaja apa?" tanya Felix. "Lo bilang ke Ar- enggak, ke semuanya bahkan, kalau Ana itu buruk kan? Dan sekarang dalam kondisi ribut kayak gini, lo malah nelfon Ana hah?!" "Gue ngomong kayak gitu ke yang lain, karena gue gak tau gimana Ana sebenernya. Tapi sekarang gue udah tau. Dan tadi gue ajak lo pergi, karena gue emang nelfon Ana, buat kita bertiga ngobrolin sesuatu, tapi Ardan keburu meledak. Gu-gue kan jadi bingung dan takut." "Akh! Udahlah! Padahal katanya temen! Apaan temen?! Cuman gue punya pacar aja pada gak suka, dan ngomongin di belakang! Emang kalian cewek kayak gitu hah?!" "Jino, tenang dulu dong." Kata Randy sambil bangkit berdiri, dan mencoba menenangkan Jino. "Udahlah!"  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN