Selesai kupas mengupas, dan potong memotong. Felix izin pulang, sementara Jino masih betah di rumah Ana. Terlebih dia belum menyerahkan lipstick yang tadi dia beli. Karena Ibu tidak memperbolehkan mereka berduaan di kamar, jadi Ana dan Jino sekarang duduk di halaman belakang rumah, duduk di lantai. Karena kalau duduk di kursi, jarak mereka jadi berjauhan. Yahhh, namanya juga baru pacaran, jadi emang agak menggelikan dan berlebihan. Jino maksa mau memakaikan Ana lipsticknya, karena mulai ngerengek saat Ana tolak, akhirnya Ana pasrah dan membiarkan Jino mengoleskan lipstick dengan warna peach itu ke bibirnya. Jino memegangi dagu Ana dengan satu tangan, sementara tangan Jino yang lain digunakan untuk mengoleskan lipstick. "Hati-hati loh, jangan sampe belepotan." Kata Ana. "Iya enggak, lo

