SEBELUM Ariana berangkat bekerja, Alisa menghampirinya di kamar setelah mendengar tangis Ariana. Pagi ini sangat memalukan untuk Ariana di depan Alisa. Ia tidak bisa menahan isak karena nyeri di dadanya sangat menyakitkan seolah menghirup udara beracun hingga membuatnya sulit bernapas. Alisa memeluknya tanpa mengatakan apa pun membiarkan Ariana menangis sepuasnya. Tangan itu hanya mengusap rambut dan punggungnya bergantian berupaya meredakan tangis. Setelah tangis Ariana mereda, hal pertama yang ia ucapkan adalah menanyakan kepergian Geo, walau Ariana sudah tahu jawabannya. Tentu saja dia sudah pergi, tanpa repot-repot memedulikan dan memikirkanku, karena memang ini yang... Ariana tidak tahu harus menyebut ini kemauan Geo atau kemauannya sendiri untuk mengakhiri semuanya. Alisa terlih

