Setelah mandi, dengan rambutnya yang basah Geo langsung menuju dapur. Perutnya bergejolak karena mencium aroma yang menggugah selera. Ariana sedang menghangatkan makanan yang ia bawa dari rumah, ia juga sudah memasak nasi untuk mereka makan. "Kau masak apa?" Geo mendekati Ariana yang baru saja mematikan kompor. Ia mengernyit melihat Ariana memindahkan makanan itu ke piring besar. "Kau yakin ini bisa dimakan?" Ariana menatapnya tidak terima. "Ini namanya opor ayam. Kalau kau tidak mau, aku saja yang makan dengan Mama!" "Aku hanya bertanya, kau pemarah sekali, Singa betina." Geo sengaja memelankan akhir kalimatnya. "Huh?" "Tidak. Ini dimakannya bersama nasi atau roti?" "Nasi. Ngomong-ngomong, Mama di mana? Aku tidak melihatnya sejak tadi," ucap Ariana sambil menaruh piring-piring ke m

