28. Bantu Saya, Naina

1437 Kata

Chandra menyetir dengan ujung jari yang memutih menggenggam setir. Matanya sesekali melirik ke tablet di kursi sebelah—gambar dari CCTV rumahnya menunjukkan Davina sedang berbicara dengan Naina. Sebuah firasat buruk menggelitik di dadanya. "Apa yang kamu lakukan, Vin?" gumamnya melalui gigi gemertak, membayangkan wajah polos Naina yang bisa saja menjadi sasaran amarah istri pertamanya. Naina, yang tidak tahu apa-apa, hanya pion dalam permainan rumah tangganya yang berantakan. Mobilnya meluncur kasar ke carport. Chandra langsung melompat keluar, tak peduli mesin yang masih menyala. Pintu rumah yang terbuka lebar seperti menyambutnya dengan mulut menganga. Ruang tamu kosong. Tanpa berpikir dua kali, dia menaiki tangga menuju kamar. Pintu kamarnya terbuka lebar. Di sana dia mendapati Naina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN