46. Perseteruan Di Telepon

1673 Kata

Chandra baru saja sampai di rumah saat langit sudah berubah gelap. Sepanjang hari di kantor, pikirannya terus melayang ke rumah kekhawatiran akan sikap Kayla yang masih menolak Naina mengusik konsentrasinya. Begitu pintu terbuka, sosok mungil langsung menyergapnya. "Papa!" Kayla memeluk erat kaki Chandra, wajahnya mendongak penuh kerinduan. "Kenapa pulangnya semalam-malam ini? Lihat, di luar sudah gelap!" Chandra membungkuk, tangannya yang hangat membelai rambut putrinya. "Banyak yang harus diselesaikan di kantor, Sayang. Kayla lagi makan malam, ya?" Gadis kecil itu mengangguk cepat. "Makan malam pakai pasta buatan Mbak Inka, enak!" katanya antusias. "Oh, iya? Ayo, lanjutin makannya." Chandra menggandeng tangan Kayla ke meja makan, barulah dia menyadari jika tidak ada Naina di sana, ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN