Hari sudah berganti sore, Sheila masih berada di rumah Naina setelah insiden yang terjadi tadi siang saat kedatangan Davina. Sheila merasa tidak tenang jika pergi meninggalkan Naina sendiri, khawatir terjadi sesuatu, walaupun sebenarnya Naina sudah memintanya untuk pulang. "Kamu tidak berencana memberitahu Chandra?" tanya Sheila, memecah kesunyian yang sudah terlalu lama menyelimuti mereka. Naina menghela napas, jemarinya memutar-mutar ujung baju. "Mungkin nanti." "Kenapa kamu terlihat begitu sedih, Nai?" Sheila mendesak lembut, suaranya penuh keprihatinan. "Kasihan sekali Kayla, Shel," bisik Naina, suaranya hampir tak terdengar. "Tapi aku ... aku gak punya hak untuk ikut campur." Tangannya menggenggam erat, seolah ingin memeluk sesuatu yang telah hilang. Sheila meraih tangan Naina y

