Part 45

1357 Kata

"Sekali lagi aku minta maaf soal kemarin malam Ris," "Sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya lagi," sahut Risa. Mereka berjalan menyusuri tepi pantai, tentunya karena paksaan Alga akhirnya ia mau pergi ke tempat ini sekarang. Suara deburan ombak, membuat Risa cukup tenang. Hiruk pikuk di kepalanya akhir-akhir ini menghilang sejenak, kala dirinya menikmati suasana tenang dari ombak-ombak yang tercipta. Alga dan Risa duduk di tepi pantai sambil menatap lurus ke depan, hanya suara ombak yang terdengar. Sesekali kicauan burung juga ikut menyapanya. Risa tidak terlalu ingat kapan terakhir ia pergi ke pantai, ia sudah lama tidak memanjakan matanya melihat pemandangan alam semesta. Saat sedang asyik-asyiknya melamun, handphone yang berada di saku seragamnya bergetar. Nama Vano terpampang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN