Hidung Risa memerah akibat menerobos hujan deras kemarin sore, kepalanya juga terasa berat. Tetapi ia harus tetap berangkat ke sekolah karena janjinya kepada Alga. Ia ingin membuktikan kepada Alga kalau statement-statement laki-laki itu salah. Risa akan meminta maaf pada Kara nanti. "Ris lo sakit?" tanya Weni. Risa menggeleng sambik mengusap pangkal hidungnya yang terasa gatal, "Enggak kok." "Pucet wajah lo, apalagi hidung lo merah banget," "Gue nggakpapa, gue tidur bentar aja ya. Kalau Pak Rusdy masuk lo bangunin gue," Untung hari ini guru-guru rapat dadakan saat jam pertama, Risa memiliki sedikit waktu untuk memejamkan matanya barang sejenak. Kepalanya yang semakin terasa berat membuatnya langsung terlelap dalam waktu tiga detik. Weni menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Ris

