Melihat banyaknya orang yang mengerubungi tempat kejadian membuat lutut Risa lemas. Seraya melangkah pelan, mulutnya terus merapalkan doa. Terlihat tangan gadis itu mulai berkeringat dingin, Risa belum siap untuk melihatnya. Juga mata Risa yang mulai berkaca-kaca, ini bukan malam yang mereka harapkan. Karena banyaknya orang yang melihat, Risa mencoba menerobos kerumunan tersebut. Dan ketika Risa melihat tubuh korban diangkat akhirnya Risa bisa melihat dengan jelas bahwa ternyata itu bukan Alga, Risa menghembuskan nafasnya kasar. Seketika ia lega ternyata bukan kekasih yang Risa tunggu kehadirannya. Beberapa kali ia mengedipkan mata, memastikan bahwa benar bukan Alga yang berada di mobil ambulance, "Syukurlah Tuhan." Ia mengelus dadanya dan kembali ke cafe aurora, karena sangking panikn

