Karena hari ini ayahnya tidak bisa menjemput, terpaksa Risa harus pulang sendiri dengan menggunakan bis. Ia tak pulang bersama Weni karena gadis itu harus melatih paskib adik tingkatnya di sekolah. Alhasil Risa hanya sendiri duduk di halte sambil menunggu bis datang. Karena sangking asyik dengan gawai pintarnya, Risa tak melihat ada sosok laki-laki yang sudah berdiri di depannya. "Ngapain sih?" tegurnya. Sontak Risa hampir terjengkang ke belakang, "Vano!" hardiknya. Ia memegang dadanya kaget, "Kalau gue mati di sini, lo gue gentayangin!" ancam Risa. Dengan wajah mengejek Vano menyangkal Risa, "Sayangnya gue nggak takut!" Ia menjulurkan lidahnya membuat Risa semakin murka. "Emang nggak ada sopan santunnya lo jadi orang. Bintang satu!" ujarnya menilai Vano. Hal itu malah membuat Vano

