"Lo lupa ulang tahun sendiri?" tanya Vano. Ah iya. Risa baru ingat, sudah lewat satu minggu. Ia menepuk pelan keningnya, "Gue lupa." "Boleh nggak sih gue nggak ulang tahun aja, kayaknya tahun ini kadonya bikin gue patah hati banget," tambah Risa. Ia menatap langit malam yang pekat berharap ayah dan ibunya melihat dari atas sana bersama bintang-bintang yang bercahaya. "Lo percaya nggak, orang tua lo udah tenang di sana?" Risa mengangguk. "Yaudah sekarang tugas lo buat mereka bangga lihat lo dari surga," Benar apa yang dikatakan Vano, percuma jika ia menangis tanpa henti, toh tidak akan membuat mereka hidup lagi. Tuhan mengujinya seperti ini karena Tuhan tau bahwa dirinya memiliki satu kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain, yaitu bahu yang kuat serta hati yang luas. Tugasny

