Risa mendongak dan senyumannya perlahan luntur, suara bass milik laki-laki itu membuatnya menarik nafas dalam-dalam. Energinya sudah habis untuk bermain bersama Vano dan sekarang harus meladeni laki-laki yang kini berdiri di hadapannya, rasanya lelah. Risa berjalan tanpa menanggapi Alga yang masih berdiri dengan menatapnya tajam. Bukannya minta maaf malah menyindir Risa begitu. Ia mencekal lengan Risa dengan sangat kuat, Risa meringis pelan, "Alga! Apaan sih!" sentaknya mencoba melepaskan cekalan kuat dari laki-laki itu. Wajah Alga memerah, tangan sebelahnya mengepal. Melihat Risa turun dari mobil Vano membuat darahnya mendidih, "Aku udah bilang jauhin Vano!" desisnya tajam. "Apa sih Al! Aku mau istirahat dulu!" Alga menyentak tangan Risa dengan kasar, "Gimana enak jalan sama Vano?" It

