Suasana di dalam kelas mendadak hening karena mereka telah mengetahui apa yang menyebabkan suasana kelas menjadi horor. Mereka lebih senang melihat Aqnes marah-marah ketimbang cewek itu yang diam seperti tidak terjadi apa-apa, karena itu sungguh menakutkan. Aqnes beranjak dari kursinya tanpa mau membalas perkataan Andara, ia hanya mengambil ponselnya yang kini tengah berada di tangan Dimas. Setelah itu dirinya mulai berjalan meninggalkan kelas diiringi dengan tatapan bingung teman-teman sekelasnya. Echa sedari tadi diam dengan tubuh tegang, ia benar-benar takut dengan reaksi Aqnes terhadap dirinya. Namun ternyata ketakutannya tidak terbukti karena cewek yang menjadi rivalnya itu tidak melukainya. Echa berucap syukur dalam hati karena rencana yang dirinya buat telah berhasil, ia benar-benar

