Aqnes berbaring menyamping berhadapan dengan Kelvin, setelah selesai bersih-bersih dan makan malam, mereka memutuskan untuk beristirahat. Tubuh Aqnes terasa lelah, padahal yang di lakukannya hanya bermain seharian ini. Ia hanya memakai piama yang sudah tersedia di hotel tempat mereka menginap. Ia merasa senang seharian ini, bukan hanya karena dirinya menikmati semua permainan yang berada di taman bermain, tapi karena kehadiran cowok yang kini tengah mengelus punggungnya dengan sayang, yang membuat harinya begitu menyenangkan. Sampai saat ini ia tidak percaya, cowok yang selalu ia anggap menyebalkan dan mengganggu itu ternyata benar-benar membuatnya senang, dan mungkin juga membuatnya jatuh cinta. Kelvin, junior di sekolahnya itu seolah mempunyai jurus-jurus yang tidak diketahuinya untuk

