Berpisah sulit bertahan sakit Bersama rumit berjarak pun menimbulkan sengit *** Dua bulan kemudian... Gadis itu beranjak setelah menerima telepon dari ruangan Nathan. Ia berlalu tanpa pikiran buruk sedikit pun. Setiba di sana, rekahan senyumnya seketika memudar cepat. Beralih mimik wajah penuh kewaspadaan. Rupanya ada orang tua Nathan sudah duduk di sofa. Seorang pria yang tampak tegang dengan tatapan mengintimidasi. Di seberang meja, wanita paruh baya asik menyeruput teh hangatnya. Melirik sekilas ke arah Dira dengan pandangan tak suka. Nathan menyuruh Dira masuk dan duduk. "Ada apa, Pak?" tanya Dira hati-hati. Ia selalu berusaha bersikap profesional di lingkungan kerja, meski Nathan adalah kekasihnya. "Ada yang melaporkan kamu mengenai beberapa hal. Saya ingin mengkonfirmasiny

