Terkadang, kita harus merasa sakit dan kecewa mendalam, untuk menyadari betapa berharganya sebuah doa dan usaha... *** Sore itu Dira sedang membereskan kamar. Ia baru selesai menyisihkan beberapa dokumen yang diperlukan untuk pengajuan ke KUA. Sesekali menyeruput es Milo dalam gelas besar. Atau mencomot keripik brownis Lemonilo kesukaannya. Suara ketukan pintu kamar seolah tak ia indahkan. Gadis itu tetap fokus pada kegiatan. Menumpuk dokumen dan menyimpannya kembali ke laci nakas. Seseorang masuk karena pintu kamar memang sengaja dibiarkan terbuka, supaya tidak terlalu pengap saat Dira sedang fokus beberes. Pria itu duduk di pinggiran ranjang. Menunggu Dira tersadar dari kesibukan. Sampai gadis itu menoleh menyadari kehadiran seseorang. "Nathan! Sejak kapan kamu di situ?!" pekikn

