Previous.... “Hentikan!” seru Monsieur. Seperti robot yang ditekan tombol off-nya, Uto seketika berhenti menggelitiki Toben. Anjing itu merasakan tubuhnya sudah terbebas, napasnya tersengal-sengal dengan peluh membanjiri dahi yang membuat bulunya lengket. Secara bergantian, Toben menatap ketiga anjing yang menatapnya tak berkedip itu. “Apa sudah selesai?” tanyanya dengan sudut mata yang berair. Monsieur tersenyum simpul. "Ya, setelah temanku yang satu lagi selesai memberi pelajaran untukmu," jelasnya. Toben mengangguk mengerti. Ditatapnya anjing yang sedikit lebih kecil dari anjing yang menggelitikinya tadi. Uto membuang kemocengnya kesembarang arah, ia lalu menyingkir dari hadapan Toben, memberi jalan bagi Ben mendekati Toben yang tengah berjalan ke arah anjing kecil itu sembari mere

