Deg. Jantung Kinar rasanya ingin melompat ke luar saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Revan. Bukan tentang pertanyaannya, tapi tentang siapa yang bertanyanya. Entah apa alasannya, yang pasti setiap Revan berbicara padanya, jantung Kinar rasanya ingin melompat keluar. Revan yang awalnya duduk di sofa, bangkit dan berjalan ke arah Kinar yang membeku di tempatnya. Kinar secara refleks menekuk kedua tangannya di depan d**a Revan saat cowok itu terus melangkah maju, padahal sudah tidak ada jarak di antara mereka. Revan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kinar. "Aroma sakura." Kinar memejamkan matanya saat merasakan hembusan hangat nafas Revan yang menerpa wajahnya. "Morning kiss?" Revan menaikan sebelah alisnya saat melihat Kinar yang memejamkan matanya. Kinar kembali membuka

