Bab 16

964 Kata

Kinar memperlihatkan gantungan itu pada Malven membuat Malven mengerutkan keningnya. Kinar tersenyum tipis. "Buat lo. Sebagai tanda--- terimakasih gue karena lo udah ngasih gue boneka ini." Malven diam, menatap Kinar lekat. t Tatapan Kinar terlihat tulus meski pun Malven agak tersinggung, kenapa harus buaya? "Karena buaya itu sebenernya adalah hewan yang setia, sama kaya pinguin ini." Pernyataan itu seakan menjawab pertanyaan yang ada di dalam pikiran Malven. Kinar menahan tangan Malven saat ingin menaiki biang lala itu. "Gue takut ketinggian." Kinar serius. Ia menatap horor ke arah biang lala itu, yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana jika tiba-tiba saja biang lala itu runtuh dan Kinar mati karena tertimpa reruntuhannya. "Takut? Gue pikir cewek bar-bar kaya lo nggak takut sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN