[130] Tahan Napas

1541 Kata

Terdengar suara sah dikumandang, lalu doa-doa, hingga Bang Genta dan pendamping hidupnya bertukar cincin. Di sini, mata Gilang memanas melihat itu. Namun, tak sampai menetes air matanya. Justru Gilang tersenyum sangat lebar, dia turut berbahagia atas pernikahan si sulung. Tak jauh beda dengan Nandar, sama-sama berembun matanya, tetapi tidak jatuh embun di pelupuk. Oh, hatinya menghangat melihat betapa raut Bang Genta memancarkan aura bahagianya. Akhirnya .... Selesai sudah tugas Bang Genta satu demi satu. Terlambat soal percintaan tak lantas membuat abangnya tidak laku. Justru sepertinya selama masa menahan diri dari pacaran itu, Tuhan sedang mempersiapkan jodoh untuk beliau. Hadirlah Mbak Nuni di sini, di sisi Bang Genta. Mereka terlihat saling mencintai dan kini sama-sama saling men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN