Bab 19

1970 Kata

Za tidak menghiraukan pertanyaan Ayu. Dia lebih focus pada Hendro yang terlihat khawatir pada anaknya. Dia merasa tidak nyaman jika harus menjelaskan sesuatu di hadapan orang yang dibicarakan. Rasanya sangat tidak etis. Ayu menekuk wajahnya karena merasa dicuekin. “Luka-lukanya cukup panjang begini. Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Hendro melirik pada Za dan Albany. Al diam tak menjawab. Beruntung dia harus tengkurap, jadi bisa berpura-pura tidur. “Al nyelametin aku, Om. Kemarin Ronald sepertinya mau melecehkan aku saat di puncak. Lalu, Albany datang dan mereka berkelahi.” Za menjelaskan. “Lho, berkelahi kok bisa terluka di punggung? Ini pasti Al diserang dari belakang,” ucap Hendro menilik setiap luka yang Al alami. “Iya, Om. Saat Al bopong aku, Ronald menikamnya dari belakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN