“Aku akan menikahimu,” lanjutnya dengan suara yang terbata. “Tidak, Mas. Ibumu pasti akan melarangnya.” Ningsih menggeleng. “Bagaimana mungkin dia melarang? Sedangkan kemarin dia sudah melihat dengan matanya sendiri perbuatan Rita,” timpal Hendro. “Perbuatan Rita?” Ningsih tersentak kaget. Hendro mengangguk. “Kata Mami, Rita membawa seorang lelaki ke kamar kami.” Suara Hendro terdengar sengau dan agak tak jelas. Namun, Ningsih tetap masih bisa menangkapnya. Wanita itu menggeleng tak percaya. Walaupun dia pernah melihatnya di mall dengan seorang pria, namun jika sampai dibawa ke rumah, Ningsih rasanya sulit untuk percaya jika Rita bisa setega itu. “Bukankah dia sangat mencintaimu, Mas?” tanya Ningsih. Hendro tersenyum kecut. “Dia tidak pernah mencintaiku. Dia hanya menjadikanku me

