Bab 60

1711 Kata

Albany mondar-mandir menunggu di depan ruang operasi. Jantungnya bertalu cepat seiring hatinya yang gundah. Bibirnya tak henti merapalkan dzikir dan doa. Pintu ruang operasi itu kembali terbuka. Seorang suster keluar dari sana sembari membawa sebuah berkas. “Suami Ibu Zanna,” panggilnya dan Albany pun segera menghampiri. “Iya, Sus?” “Maaf, saya perlu tanda tangan Bapak lagi. Rahim Ibu Zanna mengalami kerusakan parah dan harus segera diangkat,” ucap suster itu yang langsung membuat Albany lemas seketika. “A-apa?” tanyanya pelan dengan wajah yang pucat. “Saya hanya menyampaikan apa yang dikatakan dokter kandungan yang membedah Ibu Zanna. Sekarang beliau sedang berusaha menyelamatkan anak dan istri Bapak,” ucap suster lagi. Dengan tangan gemetar Albany mencoretkan tinta di atas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN