“Mas, aku berangkat kerja dulu ya. Nggak enak juga ninggalin kerjaan lama-lama,” ujar Za berpamitan. “Jangan lupa minum obatnya.” Al hanya mengangguk dan menerima uluran tangan sang istri yang mencium punggung tangannya sebelum berangkat. “Za,” panggil Al. wanita berpakaian formal itu berhenti dan berbalik. “Ya?” “Hati-hati,” ucapnya. Al seakan berat ditinggalkan sang istri pergi. Za lalu tersenyum dan mengangguk. Rasa bahagia meliputi hati keduanya. “Ani, nanti aku minta tolong masakin buat yang kerja pasang pompa air, ya?” pinta Za saat melihat gadis itu sedang menyapu di halaman rumahnya. Za mendekati gadis yang memegang sapu lidi itu. “Oh, iya Teh.” “Masakin juga buat Ibu dan Mas Al. ini uangnya kamu pegang, ya.” Za menyodorkan lima lembar berwarna merah. “Uang sebanyak i

