Bab 29

2210 Kata

Dering ponsel membangunkan Albany yang masih tertidur saat matahari mulai tinggi. Emalam dia pulang sudah larut karena mengirimkan sayuran ke berbagai tempat. Tangannya mengais-ngais ponsel yang berada di belakang tubuhnya. Matanya perlahan terbuka dan menatap layar. “Bu Amel?” gumamnya dengan mata yang memicing. “Halo, iya, Bu?” ucap Albany dengan suara yang parau saat tanda telepon berwarna hijau sudah digesernya. “Al, kamu masih tidur?” tanya Amel saat mendengar suara Albany yang masih parau. Albany terkekeh, lalu bangkit duduk sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Maaf, semalam baru tidur jam tiga pagi,” jawabnya malu-malu. “Ops, sorry, Al, aku udah ganggu.” “Nggak, apa-apa, Bu. Ada yang bisa saya bantu?” Albany mulai penuh kesadarannya. “Eh, itu. Kakakku bila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN