Ronald berjalan dengan cepat menuju sebuah ruangan, begitu dia tiba di ruangan itu tanpa mengetuk pintu, dia menerobos masuk begitu saja membuat sang pemilik ruangan seketika menatap kaget padanya. “Hei, tak bisakah kau mengetuk pintunya dulu?” tanya seorang pria yang sejak tadi sedang membaca sebuah laporan di kursinya, dengan raut wajah datar namun tatapannya begitu tajam. Ronald terkekeh, “Maaf, Kapten. Ini sangat mendesak. Bisa kau ikut aku sebentar?” Kedua alis pria itu terangkat, merasa heran dengan tingkah laku bawahan sekaligus sahabatnya yang terlihat sedang panik saat ini. “Ada apa?” tanyanya lagi sambil menutup kertas laporan yang sejak tadi dia baca. “Ada dua orang warga sipil memberikan laporan. Mereka mengatakan telah menemukan sebuah desa yang telah menciptakan makhlu

