Keringat dingin mulai mengalir dari pelipis Vita, berkali-kali dia meneguk saliva menahan kepanikan yang tengah melandanya. Mark semakin mendekat ke tempat persembunyiannya, hanya menyisakan tiga meja lagi maka Mark akan sampai pada meja tempat Vita bersembunyi. Vita menyadari jika dia hanya menunggu dalam diam seperti ini, maka dia akan tertangkap oleh Mark lagi. Ketika Mark sedang mendongakkan kepala ke bawah salah satu meja untuk memeriksanya, Vita merangkak keluar dari bawah meja tempat persembunyiannya dan berlari menuju arah pintu. “Hahahaha ... Vita, akhirnya kau keluar. Kau tidak akan bisa kabur dariku!!” teriak Mark tampak senang. Dia tertawa lepas dan ikut berlari mengejar Vita. Vita terus berlari dengan terengah-engah, kali ini mengabaikan meski dia menginjak beberapa jasa

