Pertemuan

1868 Kata

Hari esoknya, Lintang baru saja bangun tidur. Segera mencari ponselnya dan membuka chat room dengan Akasa, “apa dia sesibuk itu?” tak sabar rasanya dengan pertemuan yang entah kapan. Lintang tahu Akasa juga sedang membuka WA saat ini, tanda on line itu sudah membuatnya gugup, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan untuk memulai sebuah obrolan. [Hey, Lintang kecil di Akasa.] Lintang tersenyum, saat dia memikirkan sosok itu, saat itu juga sosok itu mengajaknya berbicara. Rasa apa ini? Seolah fana dengan porsinya sendiri-sendiri, “selamat pagi.” seolah hanya itu yang bisa dibalaskan oleh Lintang. [Sudah sehat? Apa masih sakit? Jaga makanmu, Lintang. Saat kita bertemu, aku tidak mau melihatmu pucat atau apa pun itu.] Kalimat itu tetap saja manis, “kapan?” mungkin memang ini yang bisa menyema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN