Hari pertama kerja

2177 Kata

Jalu terkekeh, mobil yang membawa Kusuma baru saja melaju dengan dihantar lambaian tangan oleh Jalu. Segera kembali ke ruang kerjanya dan mencari ponsel yang dia sembunyikan di laci tadi. Banyak panggilan tak terjawab di sana, puluhan dan membuatnya menjadi cemas. Kalau dia biarkan seperti ini terus, Kusuma akan tahu dan akan berakibat fatal nanti. Jalu duduk di kursi kebesarannya, menyandarkan punggungnya sambil memijat keningnya sendiri, rasanya sangat mengganggu sekali. Dia pun memutuskan untuk menelepon Manajer area untuk mempertanyakan apa yang terjadi di sana saat ini. [Semuanya baik, Tuan Jalu. Mungkin dua atau tiga hari lagi pak Gusti bisa pulang.] Jalu pun bergumam untuk memberikan reaksi atas pernyataan itu. “Di mana Gusti saat ini?” Jalu memang tak menelepon Gusti, dia yakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN