Aku merindukanmu

2134 Kata

“Terima kasih, Gusti.” Mobil yang ditumpangi Lintang sudah berhenti tepat di depan rumah. Makan malam yang kesiangan itu membuatnya mengantuk. Mungkin karena kakinya juga lelah berjalan tadi. “Masuklah, ayah akan senang melihatmu.” imbuh Lintang sebelum dirinya ke luar dari mobil Gusti. Gusti menggeleng, “Aku agak lelah,” ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “mungkin lain kali. Maafkan aku. Ah!” Gusti melongok ke belakang untuk memanggil kotak di kursi belakang, “tolong berikan ini ke ayahmu. Aku membelikannya tadi, kamu lelah dan tidak mungkin memasak, kan?” Gusti tak bosan memamerkan senyuman itu untuk Lintang. Bahkan tanpa diminta pun dia akan tetap melakukannya. Lintang menerimanya, mengangguk dan ke luar dari mobil, kotak makanan itu digenggamnya erat dengan ke dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN