Apa Hebatnya dia?

1038 Kata

Zena keluar dari mobil dan memasuki tokonya. Zena tersenyum melihat beberapa pelanggan lalu pada Moli yang berdiri di meja kasir. "Hasan, gimana hari ini?" "Lancar Bu, semua pesanan udah di antar, dan pesanan yang lain juga udah diambil orangnya." Zena mengangguk puas, "Kamu udah tanya temen kamu yang lain yang mau kerja?" "Udah bu, kebetulan ada temenku yang lulusan tata boga, dia datang besok." "Bagus, aku mau masuk dulu ya, capek." Hasan mengangguk sebab wajah Zena memang nampak lelah. Tiba di ruangannya Zena menopang tubuhnya di meja dengan mata yang memejam. Harus Zena akui kemunculan Rey berpengaruh besar di hidupnya. Bahkan setelah beberapa jam pertemuan mereka Zena masih merasakan ketegangan di tubuhnya. Kenapa dia harus muncul lagi setelah dia tinggal dua tahun tanpa masal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN