Beberapa waktu sebelumnya, Evan merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang. Sebelah tangannya menekuk menutupi wajah tampannya. Hatinya terasa panas melihat kebersamaan teman serigalanya itu bersama gadis kecilnya. Meski dirinya telah mendapatkan Elena baik jiwa dan raga gadis itu namun tidak bisa dipungkiri bahwa relung hatinya masih merasa sangat tidak tenang. Berfikir bahwa kapan saja gadis itu bisa pergi kapan saja dalam dekapannya. Terlebih ketika gadis itu mengetahui kebenarannya. Evan merasa hubungan di antara dirinya dan Elena begitu rawan bagai gelas kaca. Terlihat kokoh namun sekali kebenaran terungkap maka kapanpun gadis itu bisa saja pergi meninggalkannya. Hanya kehamilan Elena yang mungkin bisa menjadi pengikat di antara mereka karena itu Evan harus secepatnya mengham

