Kedua mata Elena mulai perlahan terbuka lalu mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Entah bagaimana perasaan gadis itu saat ini menyadari dirinya yang kembali dihidupkan untuk ke dua kalinya. Hatinya merasa lelah sekaligus pasrah. Dari langit-langit kamar, Elena menggulirkan pandangan matanya ke samping dimana dirinya bisa melihat Riyu yang duduk di tepi ranjang sambil menatapnya datar. Kemudian pria rubah itu menampilkan senyum semanis mungkin di hadapannya. "Hai Elena, syukurlah kau sudah bangun." ujar pria rubah itu dengan nada riangnya. Seakan tidak ada apa pun yang terjadi sebelum ini. Elena merasa jengah. Dengan wajah datarnya gadis itu mendengus kesal melihat pria rubah itu yang mencoba bersikap akrab di depannya padahal terlihat sekali raut waja

