Jehan terisak sambil terus mempercepat langkah kakinya. Ia bisa mendengar Galen yang terus mengejar dan meneriaki namanya. Namun, Jehan tak sama sekali menghiraukan suara itu. Ia sama sekali tak keberatan jika teman-teman Galen tahu bahwa ia adalah seorang asisten rumah tangga. Ia tak menutupi fakta yang ada dengan alasan gengsi atau apapun. Namun, karena kejadian ini, setelah Galen memaksanya untuk berpura-pura menjadi kekasihnya, membuat Jehan tidak nyaman. Apalagi pertanyaan Eric tadi, entah mengapa ia sangat tersinggung. Ia memang hanya seorang asisten rumah tangga, tapi ia juga tak terima jika harus dipermalukan seperti tadi. Ia terus mengutuk kebodohannya yang dengan mudah menerima keputusan Galen. "Je, dengerin gue!" teriak Galen. Masih, Jehan terlalu sakit hati untuk mendenga

