Seperti biasa kujalani rutinitas baru tiap pagi. Ya, selama semua orang sakit , aku bangun pagi-pagi lalu menyalakan mesin air dan memastikan semua orang mengisi baknya. Lantas tepat ketika matahari akan terbit aku pergi ke gudang makanan untuk mengambil beras dan stok makanan lain, lalu dibagikan ke lima rumah dengan takaran yang sama banyaknya sesuai dengan jumlah penghuni rumah. Setelah semua itu selesai akan kukunci kembali gudang dan kusimpan penguncinya di lemari pribadiku. Kulakukan semua itu dengan senang dan menikmatinya selagi bisa karena jika Ibu sudah sembuh maka semuanya akan kembali seperti semula, kaku dan penuh larangan. "Assalamualaikum," ucapku ketika membuka pintu rumah ibu. "Waalaikumsalam," ucapnya sambil menatapku lekat, "pagi sekali kau dayang?" "Aku sengaja meni

