50

1237 Kata

Setelah pria itu pergi membawa segala kejahatan dan perilaku anehnya, aku segera bangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air demi meredakan syok yang membuncah di ubun ubun. "Astaghfirullah apa yang baru terjadi?" Aku menggumam sambil menahan air mata yang meluncur di pipi. Kutuangkan air masak ke gelas dengan tangan gemetar, gelasnya bergoyang dan airnya ikut tumpah, kuteguk cairan itu dengan cepat kemudian melungsurkan diri di dinding dapur, duduk bersandar dengan tubuh tidak berdaya, kupeluk kakiku untuk menenangkan hati yang terus berdegup oleh sensasi kaget yang tidak terduga. "Kak Yanto baru saja melecehkanku, dia baru saja hendak merampas harga diriku," gumamku sambil menahan geram di hati. Aku merasa sesak dan seolah dituangkan noda di atas kepala olehnya. Memang tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN