61

1251 Kata

Tentu saja, melihat kekacauan yang terjadi kami langsung panik. Segera aku dan semua yang ada di sana memberikan pertolongan pada kakak iparku yang tubuhnya gosong setengahnya. Kami angkat dia, aroma nanah dan darah menyeruak anyir membuatku mual tapi aku menahannya. Tubuh kak Yanto lengket dan meninggalkan lendir di tanganku yang telah mengangkatnya tadi membuatku merasa ingin cuci tangan, tapi tidak ada wastafel, lagi pula waktunya darurat dan mendesak. Pria itu sudah menangis, melenguh dan merintih-rintih. "Ayo bawa masuk lagi," ujar petugas medis. "Tidak, aku mau pulang," sela Kak Yanto dengan wajah pucat dan pilu sekali. "Luka Anda harus dibersihkan, karena sudah jatuh, dan selang infus harus diperbaiki," ucap perawat tadi. "Tidak mau, meski aku harus meregang nyawa detik ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN