Shakira nampak duduk termenung, seperti sedang memikirkan sesuatu. Sampai seseorang membuyarkan lamunannya itu. Seorang pria datang dengan membawa makanan yang diletakkan di atas meja. Pria itu mendekati Shakira dan duduk di sampingnya. Ia juga memeriksa kembali luka jahitan yang ada di kaki Shakira. “Lukanya sudah mongering,” ujar pria itu. “Terima kasih.” “Kau sudah tiga hari di sini, tetapi … aku belum tahu namamu.” “Maaf, aku Shaki.” “Senang berkenalan dengamu.” “Ya.” “Ada apa? Kenapa wajah itu menjadi sedih?” “Aku meninggalkan anakku di sebuah asrama. Aku tidak yakin dengan keamanan di sana. seharusnya aku sudah kembali ke Hong Kong saat ini,” jelas Shakira. “Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Aku bisa saja membantu dirimu untuk kembali ke Hong Kong.” “Benarkah?” “

