Part 19

843 Kata

Di kediaman yang hanya dibantu penerangan lilin, terlihat lah sepasang manusia yang sedang sibuk beradu kasih. Heningnya malam terisi oleh suara teriakan tertahan mereka. Entah sudah berapa lama mereka melakukan itu, namun tidak ada tanda-tanda akan berhenti sedikit pun. Mereka terlalu terlena akan kenikmatan duniawi. Mereka terlalu lega bisa memuaskan diri mereka sendiri setelah sekian lama. Keringat yang membasahi tubuh tak membuat mereka berhenti. Tiada rasa jijik sedikit pun kala keringat mereka membaur, bercampur menjadi satu. Namun, suasana indah yang tercipta mulai terkikis karena tangisan bayi. Tangisan itu begitu keras. Membuat mood mereka anjlok. Saling bertatapan dengan wajah pasrah dan terpaksa menyudahi. Sudah biasa kegiatan mereka diganggu oleh anak mereka itu. Akan teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN