"Lin Yi, jangan menjahili kakakmu terus." Xi Juan mengomeli anak laki-lakinya sambil berkacak pinggang. Anak laki-lakinya yang berusia 2 tahun itu memang sangat jahil ke kakaknya yang tak lain Yuki. Tiada hari tanpa menjahili Yuki. Seolah menjahili Yuki sudah menjadi asupannya sehari-hari. "Sudah lah, Bu. Jangan memarahi adik. Yuki tidak apa-apa kok dijahili adik." Kekeh Yuki. Lin Yi menyengir ke arah sang ibu. "Tuh, kan. Ibu dengar sendiri. Kakak Yuki juga tidak marah dijahili." Xi Juan menghela nafas. Ia tahu dibalik sifat pasrah Yuki terdapat sebuah kesedihan. Dia tahu bahwa Yuki membiarkan Lin Yi menjahilinya karena statusnya yang bukan anak kandung dan tidak ingin merepotkan dirinya. Lagipula siapa di dunia ini yang suka dijahili. Pada akhirnya, Xi Juan menjewer telinga Lin Yi

