"Yang mulia, permaisuri." Kedua pasutri itu mulai merasa terusik oleh panggilan-panggilan orang. Mereka mengangkat kepala mereka dan mengucek mata dengan kompak. Ketika pandangan mereka kembali normal, mereka berdua melotot kaget melihat diri mereka dikelilingi para dayang. "Kenapa yang mulia tidur berdua di sini?" Tanya salah satu dayang heran. "Memangnya ada larangan tidur di sini?" Tanya Xi Juan dengan nada tidak bersahabatnya. Dayang itu terlihat salah tingkah dan meminta maaf dengan cepat. Kaisar Zhen hanya menaikkan alisnya melihat istrinya yang sensian, padahal masih pagi. "Sudah lah." Mengibaskan tangannya tidak peduli dan berdiri dari duduknya. Meregangkan tubuhnya yang terasa kaku tanpa merasa segan telah melakukan itu di depan para dayang istana. "Untuk sarapan kali ini, b

